PEMBERSIHAN “JARING HANTU” DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA STUDI PERCONTOHAN

Main Article Content

Tri Wahyu Wibowo

Abstract

Alat tangkap ikan terbengkalai, hilang, atau dibuang (abandoned, lost, discard fishing gears/ALDFG) atau juga biasa disebut “jaring hantu/ghost net” terdiri dari sejumlah besar sampah laut global. Perlu adanya proyek percontohan untuk mitigasi ALDFG dan ghost fishing, termasuk mengambil ALDFG dan menandai alat tangkap, khususnya di negara berkembang. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan teknis cara mendeteksi dan mengambil ALDFG dari perairan Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) dan menganalisis dampak ALDFG terhadap biota yang ada. Metode pertama dalam mengetahui informasi ALDFG adalah dengan cara wawancara dengan nelayan dan penyelam tentang lokasi di mana mereka kehilangan atau mengetahui lokasi ALDFG.


Selama pencarian ditemukan “jaring hantu” di 3 lokasi TNKJ yang yaitu Taka Menyawakan (45 m2), Taka Burung (60 m2),  dan Pantai Batu Lawang (39 m2),. Hanya satu lokasi yaitu Taka Menyawakan yang dapat dilakukan pengambilan ALDFG karena lokasi lain cukup sulit dan beresiko bagi penyelam. ALDFG yang dapat diambil dari terumbu karang TNKJ berjenis jaring gillnet poliamid seluas 40 m2. Jaring tersebut menutupi sebagian terumbu karang hidup antara lain Acropora (bercabang), Montipora (foliose) dan Porites (masif). Ciri‐ciri kerusakan koloni komunitas karang penyusun di Taka Menyawakan, yaitu terjadi penutupan koloni karang.

Article Details

How to Cite
Wibowo, T. W. (2022). PEMBERSIHAN “JARING HANTU” DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA : STUDI PERCONTOHAN. JECE - Journal of Empowerment Community and Education, 1(4). Retrieved from https://jurnalpengabdian.com/index.php/jece/article/view/651
Section
Articles

References

Edinger, E.N. & Risk, M.J., (2000). Reef classification by coral morphology predicts coral reef conservation value. Biological Conservation 92:1-13

GGGI. (2018). Project: Gear Marking in Indonesian Small Fisheries — Global Ghost Gear Initiative. https://www.ghostgear.org/projects/2018/1

Kaiser, M.J., Bullimore, B., Newman, P., Lock, K., Gilbert, S., (1996). Catches on ‘ghost fishing’ set nets. Mar. Ecol. Prog. Ser. 145, 11–16.

Kelsey Richardsona,. (2018). Building evidence around ghost gear: Global trends and analysis for sustainable solutions at scale. Elsevier. Marine Pollution Bulletin 138 (2019) 222–229

Large, P.A., Graham, N.G., Hareide, N.-R., Misund, R., Rihan, D.J., Mulligan, M.C., Randall, P.J., Peach, D.J., McMullen, P.H., Harlay, X., (2009). Lost and abandoned nets in deep-water gillnet fisheries in the Northeast Atlantic: retrieval exercises and outcomes. ICES J. Mar. Sci. 66, 323–333.

Lebreton, L., et al., (2018). Evidence that the Great Pacific garbage patch is rapidly accumulating plastic. Sci. Rep. Vol. 8, 4666.

Nababan, M.G., Munasik, I.Y., Kartawijaya, T., Prasetia, R., Ardiwijaya, R.L., Pardede, S.T., Sulisyati, R. & Mulyadi, Y.S. (2010). Status ekosistem di Taman Nasional Karimunjawa. Wildlife Conservation Society-Indonesia Program. Bogor. xi+78hlm.

Pawson, M.G., (2003). The catching capacity of lost static fishing gears: introduction. Fish. Res. 64, 101–105

Sahetapy, D. dkk. (2017). Dampak Aktivitas Masyarakat Terhadap Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pesisir Dusun Katapang Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Triton Vol 13 No 2 Oktober 2017 Hal 105 -114